Hutang Masa Lalu

Terkadang aku merasakan banyak hal yang bisa aku lakukan sekarang namun tidak di masa lalu.

Membelikanmu bunga misalnya, buku, boneka atau kado ulang tahun yang enggan kau rayakan dan hal lain yang mungkin saja bisa menghindarkan nasib kita di masa depan.

Aku percaya kita berjodoh untuk sementara, karena dalam hidup tidak ada hal yang lama kecuali menunggu. 

Aku ingin menjadi orang yang beruntung dan tak ingin berhutang. Seperti layaknya pertemuan yang dengan caranya sendiri menyiapkan perpisahan masing-masing. 

Aku menyiapkan perpisahanku sendiri, setiap pertemuanku dengan seseorang. Aku sebisa mungkin untuk selalu berusaha berbaik hati dan tidak meninggalkan kesan yang buruk sepanjang ingatan seseorang. 

Perihal Kenangan

Aku hidup berpindah dari kenangan menuju ke kenangan selanjutnya. Seperti kebanyakan orang lainnya, setiap kita selalu punya kenangan. Kenangan indah yang setiap bertemu dengan seseorang ingin rasanya kita ceritakan dengan bangga kepadanya, maupun kenangan yang ingin sekali rasanya kita potong bagian ceritanya karena kita benar-benar enggan bahwa kita menjadi tokoh utamanya di sana. Tapi sebegitu sedih apapun kenangan, bukankah itu sudah berlalu? dan kita tetap bisa menyikapinya dengan kedewasaan kita? hati kita sudah menerima tanpa harus menyalahkan kebodohan-kebodohan kita yang jauh dari kata seharusnya di waktu itu.

Ingatan selalu aneh untuk digambarkan. Seperti rangkulan ia menjangkau pada jarak dan titik tertentu tidak pada hal-hal yang dekat yang baru saja terjadi, tapi ia memeluk pada waktu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, lebih silam dari masa yang sekarang.

Dari ingatan itu ia menyusun tubuhnya sendiri, merangkai sebuah cerita yang kemudian dinamai kenangan.

Tentang kenangan, meskipun bagiku tidak ada kenangan yang berakhir tepat waktu namun pada akhirnya kenangan selalu indah untuk diceritakan.